Shoutussalam
Selasa, 11 Rajab 1434 H / 21 Mei 2013 M
Fan Page Shoutussalam Twitter Shoutussalam Berlangganan artikel Shoutussalam

Antara Malik Nabi Yusuf dan Firaun Nabi Musa

Rabu, 7 Sya'ban 1433 H / 27 Juni 2012

Shoutussalam.com - Hampir semua orang mengetahui kisah mengenai raja kufur yang  hidup pada masa Nabi Musa, dia adalah Firaun. Firaun yang menyatakan dengan lantang angkuh nan sombong “aku adalah tuhan kalian yang maha tinggi”. Fitnah yang besar ini melanda kawasan daerah mesir pada waktu itu kemudian Allah mengutus rosul-Nya untuk menyampaikan kebenaran mentauhidkan Allah,sebagaimana kisah yang tertulis didalam AlQuran. Sampai alquran juga mengabadikan kisah Thogut yang bernama firaun sepeninggalannya, ketika tenggelam dilaut merah.

Atas izin Allah sampat saat ini jasadnya diabadikan sebagai bukti kuasanya Allah terhadap segala sesuatu, dan untuk menjadikannya pelajaran yang harus dikeetahui bagi para manusia.  Bahkan tidak sedikit orang pergi ke negri Firaun ini  hanya untuk melihat sosok firaun yang sudah dimumikan. Sejarah mencatat bahwa dirinya dikenal sebagai manusia yang melampaui batas. Al-Quran mengabadikan kisahnya yang wajib diketahui oleh setiap muslim untuk diambil ibroh.

Kemudian para ahli tafsir mengkajinya secara ilmiyah yang ada pada ayat ayat Al Quran disertakan dengan penjelasan penjelasan melalui riwayat riwayat yang bias diterima, bahwa ada keunikan dalam kisah firaun yang zalim itu.  Pada pembahasan antara Nabi musa dan firaun, ternyata ayat ayat yang disebutkan didalam Al Quran itu banyak menyebutkan kisahnya pada beberapa tempat yang ditafsirkan oleh para ahlu tafsir bahwa firaun hidup bukan pada masa Nabi Musa AS saja. Apakah berarti firaun itu mempunyai usia yang panjang atau ada beberapa firaun?

Sebelum membahas lebih jauh alangkah baiknya kita mengenal pengertian Firaun secara bahasa sekaligus istilah dari para ulama.

 

Mungkin banyak diantara pembaca bertanya tanya tentang makna pada kalimat “firaun” yang sering disebutkan didalam Al-Quran,

 Ada beberapa pendapat yang memaknai kalimat firaun dengan beberapa makna dan istilah, diantaranya :

1.  firaun berasal dari kata (ف ر ع ن): julukan untuk raja mesir kuno, sebagaimana didalam surat al-fajr ayat : 10 وفرعون ذى الأوتاد
kalimat firaun dikatgorikan sebagai طاغ yang artinya melampaui batas, dan juga جبار yang artinya memaksa, sebagaimana yang disebutkan didalam alquran اذهب الى فرعون انه طغى (lihat Mu'jam Al-Ghoni)

  1. firaun adalah jamak dari kata (فراعنة) faroinah yang mempunya 2 makna yaitu, gelar untuk raja raja mesir kuno, dan makna yang kedua adalah gelar yang dikategorikan pada setiap pemberontak dan  manusia yang melampaui batas (lihat Mu'jam Al-Lughoh al-Arobiyyah al-Ma'ashir)
  2. Kalimat firaun diambil dari bahasa mesir kuno  (برع) artinya kekuasaan yang tinggi. Dan sering digunakan pada masa raja raja terdahulu yang ada di mesir pada waktu itu. (lihat majalah al-Akhbar al-Qohiroh thn 2005/12/10)

4   . Setiap raja yang berkuasa di Mesir dan dia keturunan asli Mesir.(majalah al-Akhbar al-Qohiroh thn 2005/12/10)

  1. Pendapat selanjutnya firaun adalah lafadz sebagai laqob atau sifat semisal dengn kaisar(majalah al-Akhbar al-Qohiroh thn 2005/12/10),

 

Didalam alquran banyak sekali menyebutkan kata فرعون diberbagai surat contohnya adalah :

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو الْأَوْتَادِ {12} ص

Artinya : sebelum mereka itu, kaum Nuh, ‘Ad dan Firaun yang mempunyai balatentara yang banyak, juga telah mendustakan (rosul rosul)

نَتْلُوا عَلَيْكَ مِن نَّبَإِ مُوسَى وَفِرْعَوْنَ بِالْحَقِّ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {3} القصص

Artinya : Kami membacakan sebagian dari kisah Musa dan Firaun dengan sebenarnya untuk orang orang yang beriman

Para Ahli tafsir berpendapat bahwa kedua ayat diatas sama sama menyebutkan kalimat “firaun” tetapi tokoh yang dimaksud berbeda, yang disebutkan dari ayat yang pertama menjelaskan dirinya adalah firaun yang hidup sebelum Nabi Yusuf AS. Dimana waktunya itu sangat jauh sekali dengan masa dimana Nabi Musa AS hidup. Sedangkan Ayat yang kedua disebutkan firaun adalah raja dimana hidup semasa dengan Nabi Musa AS. Hal ini menunjukan bahwa kata pada kalimat firaun itu menyatakan laqob untuk para raja mendustakan Rosul. Dan masih banyak lagi ayat Al-Quran menyebutkan kalimat firaun.

Mengapa Allah membedakan antara penguasa yang hidup pada masanya Nabi Yusuf dengan sebutan raja, dan penguasa pada masa Nabi Musa dengan julukan firaun??
Kedua perbedaan yang penting ini akan membawa kita kepda pembahasan sejarah menarik lagi unik yang Al-Quran sampaikan melalui I’jazil ghoibi, yaitu rahasia yang Allah tidak menyebutkannya secara langsung melainkan kaum muslimin diperintahkan untuk mentadaburinya

DR.Zahi Hawwas dari Mesir mengatakan “ Sedangkan firaun yang dimaksud adalah raja yang mempunyai kekuasaan tinggi pada masanya Nabi Yusuf AS telah disebutkan beberapa kali didalam Al-Quran tanpa disebutkan firaun melainkan (الملك) yaitu raja”.  Allah berfirman :

 

                وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِى بِهِۦ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُ الرَّسُولُ قَالَ ارْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسْـَٔلْهُ مَا بَالُ النِّسْوَةِ الّٰتِى قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّى بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ

 

Artinya : Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku". Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka". ﴾ Yusuf:50 ﴿

 

 Beliau menjelaskan “Padahal Nabi yusuf as adalah lebih dahulu hidup  jauh sebelum Nabi musa. Tetapi sebaliknya,ketika menyebut gelar penguasa Mesir pada masa Nabi Musa as, Al-Quran menyebutnya “Firaun” dan ini adalah salah satu rahasia alquran yang sangat unik .

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا

Artinya : Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa Sembilan buah Mujizat yang nyata.maka tanyakanlah kepada bani Israil,tatkala Musa datang kepada mereka,lalu Firaun berkata padanya”sesungguhnya aku sangka kamu,hai Musa,seorang yang kena sihir.

(Surah Al Israa,ayat 101)

Kita menghadapi fakta yang menarik diantara kisah Nabi Yusuf AS dan Nabi Musa AS keduanya hidup di Mesir menghadapi Raja yang tidak beriman kepada Allah. Ada rahasia dibalik pengungkapan kisah yang berbeda.

Sedang pendapat yang lainnya menyatakan sekaligus membantah DR. Said Tsabit didalam kitabnya Firaun wa alkhuruj menyatakan, bahwa firaun diambil dari bahasa mesir kuno dan gelar untuk para raja. Sebagimana pendapat pertama diatas, itu adalah pendapat yang keliru. Pendapat ini juga menyatakan bahwa setiap raja raja mesir diberikan gelar firaun, kecuali pada masa raja Hyksos karna  dia adalah suku dari Asia pada 1730 - 1580 SM yang berkuasa ditanah mesir. Sehingga tidak disebut penguasa di zaman Nabi Yusuf itu sebagai firaun tetapi sebagai الملك yaitu raja, karna dia bukanlah keturunan dari bangsa mesir pada waktu itu.

Juga beliau menuturkan atas pendapatnya bahwa firaun adalah lafadz sebagai gelar (laqob) atau sifat semisal dengn kaisar, dan pendapat ini membantah pernyataan bahwa firaun itu berasal dari bahasa mesir kuno (بر-ع) yang artinya(بيت عالى) kekuasaan tinggi, buktinya adalah karena alquran tidak pernah menyebutkan didalamnya kata firaun disertai dengan (ال)alif lam litta'rif sebagaimana bahwa kata sifat untuk manusia pada firaun tidak dinisbatkan untuknya.

Kalaulah memang benar Firaun itu dinisbatkan kepada setiap penguasa kufur yang mempunyai darah keturunan Mesir, mengapa penguasa pada zamannya Nabi Yusuf AS disebut dan dinisbatkan kepada panggilan (الملك)Raja?? Bukan Firaun?. Karena walaupun Nabi Yusuf AS hidup di Mesir semenjak kecil hingga dewasa dan hidup juga pada masanya penguasa zholim lagi kufur, Hyksos adalah bangsa dari asia yang datang menjajah Mesir dan berkuasa berkisar pada abad kedua SM. Maka oleh karenanya penguasa pada zamannya itu disebut (الملك)  yaitu raja.

Sumber :

http://www.liilas.com/vb3/t95673.html

http://www.quranterjemah.com

http://forum.egypt.com

http://ejabat.google.com

diterjemahkan/disusun oleh :

Usyaqul Hur

Tim Studi Shoutussalam

[ed : sksd]